1. Era "Hyper-Personalization": AI Bukan Lagi Alat, Tapi Asisten Jiwa
Tahun ini, perdebatan tentang "apakah AI akan menggantikan kita" sudah usai. Fokus kita telah beralih ke Hyper-Personalization.
AI dalam Kesehatan: Orang-orang kini mencari cara mengintegrasikan AI untuk memantau ritme sirkadian dan level kortisol secara real-time.
Pendidikan Berbasis Minat: Pencarian mengenai kursus mikro yang dipersonalisasi oleh AI melonjak tajam dibandingkan gelar akademik tradisional.
2. Kebangkitan "Digital Minimalism" dan Slow Living
Di tengah gempuran kacamata AR (Augmented Reality) dan konektivitas 6G yang mulai diuji coba, muncul tren paradoks: Digital Minimalism. Banyak orang mencari panduan tentang cara melakukan unplugging tanpa kehilangan pekerjaan. Kata kunci seperti "destinasi wisata tanpa sinyal" dan "hobi analog" menjadi primadona. Ini adalah bukti bahwa manusia modern sedang rindu pada sentuhan fisik dan interaksi nyata.
3. Ekonomi Hijau dari Rumah
Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar berita di televisi, melainkan gaya hidup. Artikel yang membahas tentang "Zero-Waste Home Office" dan "Investasi Karbon Ritel" sedang banyak diburu. Masyarakat kini lebih memilih produk yang memiliki jejak karbon transparan dan dapat dilacak melalui blockchain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar